Selasa, 06 Oktober 2020

Tentang Batang

 Kabupaten Batang

Kabupaten Batang adalah wilayah otonom di bawah Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Batang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Kendal di timur, Kabupaten Banjarnegara di selatan, serta Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan di barat.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Batang merupakan perbukitan dan pegunungan. Dataran rendah di sepanjang pantai utara tidak begitu lebar. Di bagian selatan adalah terdapat Dataran Tinggi Dieng, dengan puncaknya Gunung Prau (2.565 meter).Ibu kota Kabupaten Batang terletak di ujung barat laut wilayah kabupaten, yakni tepat di sebelah timur Kota Pekalongan, sehingga kedua kota ini seolah-olah menyatu. Kabupaten Batang terletak pada 6° 51' 46" sampai 7° 11' 47" Lintang Selatan dan antara 109° 40' 19" sampai 110° 03' 06" Bujur Timur di pantai utara Jawa Tengah . Luas daerah 78.864,16 Ha.

 

A.Sejarah Kabupaten Batang

Kabupaten Batang dapat dibagi dalam 3 periodisasi sejarah. Berdiri sebagai Kabupaten sejak awal abad 17 dan bertahan sampai dengan 31 Desember 1935. Per 1 Januari 1936, Batang secara resmi digabungkan kedalam Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.

Tanggal 8 April 1966, bertepatan hari Jumat Kliwon, yaitu hari yang dianggap penuh berkah bagi masyarakat tradisional Batang, dengan mengambil tempat di bekas Kanjengan Batang lama (rumah dinas yang sekaligus kantor para Bupati Batang lama) dilaksanakan peresmian pembentukan Daerah Tingkat II Batang.

Upacara yang berlangsung khidmat dari jam 08.00 s/d 11.00 itu, ditandai antara lain dengan Pernyataan Pembentukan Kabupaten Batang oleh Gubernur Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah Brigjend (Tit) KKO-AL Mochtar, pelantikan R. Sadi Poerwopranoto sebagai Pejabat Bupati Kepala Daerah Batang, serah terima wewenang wilayah dari Bupati KDH Pekalongan kepada Pejabat Bupati KDH Batang, serta sambutan dari Gubernur Kepala Daerah Jawa Tengah.

 

B. Ekonomi Kabupaten Batang

Posisi wilayah Kabupaten Batang berada pada jalur ekonomi pulau Jawa sebelah utara. Arus transportasi dan mobilitas yang tinggi di jalur pantura memungkinkan berkembangnya kawasan tersebut yang cukup prospektif di sektor jasa transit dan transportasi.

Kondisi wilayah Kabupaten Batang yang merupakan komb hinasi antara daerah pantai, dataran rendah dan pegunungan, menjadikan Kabupaten Batang berpotensi yang sangat besar untuk agroindustri, agrowisata dan agribisnis.

 

C. Potensi Investasi

Terdapat banyak industri tekstil di wilayah Kabupaten Batang, dari skala rumah tangga sampai industri berorientasi ekspor, antara lain PT Primatex dan PT Miki Industri. Wilayah Kabupaten Batang sangat strategis dari sisi ekonomi, karena dilewati oleh jalur perdagangan nasional, jalan pantura. Wilayahnya yang memiliki garis pantai yang terhitung panjang berpotensi untuk dikembangkan menjadi pelabuhan perikanan maupun pelabuhan kargo untuk barang-barang hasil produksi industri setempat.

 Rencana Pemerintah Pusat untuk membangun jaringan transmisi gas bumi dari Cirebon, Jawa Barat ke Gresik, Jawa Timur memiliki potensi tumbuhnya industri besar disepanjang jalur pipa gas tersebut. Pasokan listrik di wilayah Batang juga dapat diandalkan, karena dilewati oleh jaringan SUTET milik PT PLN (persero). Di beberapa wilayah juga memiliki potensi energi hidro yang dapat dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

 Wilayah Batang yang sangat luas, dengan sejarah bencana geologi yang hampir tidak ada, ditunjang sumber daya manusia yang melimpah akan menguntungkan bagi investor yang hendak membangun industri di wilayah ini.

( Sumber https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Batang )


SUMBER DAYA ALAM KABUPATEN BATANG

PENGGOLONGAN SUMBER DAYA ALAM DI KABUPATEN BATANG

Bahan galian tambang di Kabupaten Batang tersebar mulai dari daerah perbukitan di sebelah selatan sampai pada daerah pantai sebelah utara. Bahan galian yang dimaksud digolongkan berdasarkan pada sifat fisik, sifat kimia dan kegunaan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 tahun 1980 tentang penggolongan bahan galian, secara umum bahan galian digolongkan menjadi 3 golongan yaitu :

1.      Golongan A ( bahan tambang strategis ), didasarkan pada sifat strategis dalam arti strategis untuk pertahanan atau keamanan negara atau strategis untuk menjamin perekonomian negara. Seperti : minyak bumi, batu bara, uranium, timah dan sebagainya.

2.      Golongan B (vital ), sifat vital ini dalam arti dapat menjamin hidup orang banyak, seperti : besi, emas, tembaga, platina, perak dan sebagainya.

3.      Golongan C , dianggap tidak langsung mempengaruhi hajat hidup orang banyak, baik karena sifatnya maupun karena jumlah atau volume bahan galian tersebut, seperti : phosphate, asbes, batu permata, trass, batu kapur, batu marmer, andesit dan sebagainya.

 

POTENSI GOLONGAN TAMBANG

Di wilayah Kabupaten Batang memiliki potensi berbagai jenis bahan galian Golongan C antara lain tanah liat, tanah urug, trass, andesit, andesit pasir, sirtu dan yang termasuk bahan galian Golongan B yaitu pasir besi.

a.       Tanah liat

Bahan galian tanah liat berupa lempung merah dan lempung coklat, merupakan hasil pelapukan lanjut dari batuan-batuan vulkanik, dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat batu bata merah oleh penduduk setempat.

b.      Tanah urug

Tanah urug merupakan tanah hasil pelapukan batuan dasar dan menjadi tanah dengan bagian-bagian tertentu masih dijumpai batuan asalnya yang berukuran kerikil sampai kerakal ( 2 m-22 mm ) berwarna coklat agak kekuningan.

 c.       Trass

Trass merupakan bahan hasil lapukan material vulkanik yang termasuk bahan pozolan yaitu bahan yang mengandung cukup banyak bahan silikat amorf yang dapat larut dalam air.

d.      Andesit batu

Bahan galian jenis batuan banyak dijumpai di sebagian endapan sungai juga dapat dijumpai pada daerah perbukitan. Batuan andesit yang ada di perbukitan oleh masyarakat setempat disebut sebagai batu gunung dan sebagian diolah menjadi batu pecah untuk perkerasan jalan ataupun untuk pondasi rumah.

e.       Andesit pasir

Deposit andesit pasir berasal dari aktivitas gunung perahu, secara umum menunjukkan sifat fisik berwarna abu-abu kehitaman.

f.       Sirtu

Potensi bahan galian sirtu pasir dan batu kali di wilayah Kabupaten Batang dijumpai dalam jumlah cukup banyak di wilayah bagian selatan Kabupaten Batang.

g.      Pasir besi

Pasir besi secara geologi merupakan hasil rombakan batuan vulkanik di daerah Batang Selatan dan ditransportasikan oleh aliran sungai. Lokasi didapatkannya pasir besi yaitu di tepi Pantai Batang salah satunya di Pantai Ujungnegoro.

Kegiatan Eksploitasi Bahan Tambang

            Eksploitasi bahan galian adalah segala penyelidikan geologi dan pertambangan untuk menetapkan lebih teliti atau seksama adanya dan sifat letakan bahan galian. Usaha pertambangan dengan maksud untuk menghasilkan bahan galian dan memanfaatkanya.

Pengertian pengolahan dan pemurnian adalah pekerjaan untuk mempertinggi mutu bahan galian serta untuk memanfaatkan dan memperoleh unsur-unsur yang terdapat pada bahan galian tersebut.

 

Analisa Sumber Daya Mineral

Tahap analisa data sumber daya mineral ini ditekankan pada inventarisasi sumberdaya mineral bahan galian golongan C Cadangan terukur, cadangan terindikasi, cadangan tereka, cadangan hipotetik dan lokasi sumberdaya mineral itu berada serta pemanfaatan bahan galian golongan C.

Neraca Sumberdaya Mineral

1.      Potensi sumberdaya mineral di kabupaten Batang sesuai dengan hasil penelitian studi kelayakan potensi pertambangan kabupaten Batang tahun 2002.

2.      Nilai/volume eksploitasi sumberdaya mineral di kabupaten Batang diukur berdasarkan potensi sumberdaya mineral berdasarkan hasil penelitian studi kelayakan potensi pertambangan kabupaten Batang tahun 2002.

3.      Perhitungan nilai ekonomi sumberdaya mineral yaitu dari cadangan akhir setelah dikoreksi berdasarkan nilai kepercayaannya kemudian dikalikan dengan harga setiap komoditi yang berlaku.

 

Dan ada pula hasil panen seperti sayur mayur, rempah rempah yang sangat segar di daerah batang yang sangat kaya dan melimpah .

Seperti bawang putihKabupaten Batang Siap jadi Sentra Bawang Putih Nasional. Petani bawang putih di Batang mendapat kekhususan tersendiri dalam hal harga. Selepas sukses melakukan dua kali ekspor bawang putih ke Taiwan, kali ini Kabupaten Batang melakukan panen bawang putih tepatnya di Desa Pranten, Kecamatan Bawang dengan produktivitas yang cukup mencengangkan, 17 ton per hektare.

 Angka ini jelas membanggakan karena sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo guna meningkatkan potensi produksi komoditas pertanian yang bermutu, berkualitas dan ramah lingkungan.Program tanam bawang putih di Kabupaten Batang ini sebenarnya telah berjalan kurang lebih dua tahun. Berawal di tahun 2018 seluas 50 hektare, disusul 2019 seluas 275 hektare. Kini pada 2020 mendapatkan kembali alokasi tanam 115 hektare.

“Kami yakin dengan budidaya yang baik akan memberikan hasil yang bermanfaat. Kabupaten Batang selalu melakukan ekspansi lahan baru. Luasan yang ada sekarang ini 115 hektare dan akan terus kami perluas,” ujar Wakil Bupati Batang, Suyono saat melakukan panen perdana APBN 2020, Sabtu (22/8).

Suyono meyakini bawang putih di wilayahnya akan terus berkembang, terlebih penyuluh pertanian berperan aktif untuk mengedukasi para petani hingga produktivitasnya tinggi, di atas produktivitas nasional, yakni 6 hektare. Dulunya daerah ini terkenal dengan kentang, namun saat harga kentang jatuh dan ada penawaran tanam bawang putih dan harganya bagus, petani mulai tertarik menanam.

“Ini sudah menghasilkan dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pun dalam hal serapan anggaran, Kabupaten Batang termasuk tinggi. Artinya mampu mengalokasikan anggaran dengan maksimal,” jelas Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman.

Sukarman menegaskan, luasan total lahan bawang putih nasional yang berkisar 10 ribu hektare sudah mampu menghasilkan 88 ribu ton. Angka ini terbilang bagus dari total kebutuhan konsumsi 560 ribu ton. Untuk menghasilkan bawang putih berukuran besar dan mampu bersaing dengan bawang putih impor, lanjut Sukarman, petani perlu melakukan seleksi benih berkualitas berikut perlakuan budidaya yang baik.

“Lokasi panen yang tepat berada di kaki Lereng Gunung Dieng ini pemandangannya sangat indah. Selain bisa menghasilkan bawang putih berkualitas, juga bisa menjadi wilayah agrowisata. Insya Allah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sini,” ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Tommy Nugraha.

Tommy menyebutkan, petani bawang putih di Batang mendapat kekhususan tersendiri dalam hal harga. Bawang Putih di tingkat petani Rp 10 ribu per kg dan dipatok dengan harga yang sama di tengkulak. Artinya ada kepastian harga, selain pemberian bantuan benih dari pemerintah.

“Animo petani tinggi untuk terus menanam bawang putih, khususnya sejak dua tahun melakukan penanaman. Saat ini dengan varietas Lumbu Hijau. Prospek jualnya bagus. Meskipun di saat pandemi harganya sedang menurun, kami bertekad untuk terus melakukan penanaman bawang putih guna mendukung swasembada bawang putih,” ujar anggota Kelompok Tani Sanding Kladu, Ali.

Kemudian, Panen Perdana Jeruk. Selain panen bawang putih, Kabupaten Batang juga melakukan panen perdana jeruk tepatnya di kebun milik UPTD Balai Benih Pertanian. Jeruk yang dipanen adalah varietas Siam Pontianak. “Ini buah panen perdana. Usianya 2 tahun 3 bulan. Jika perdana memang masih terasa asam, namun pada panen berikutnya kurang lebih 2 minggu, usia akan semakin manis. Untuk hasil maksimal adalah tahun depan,” ujar Kepala Balai Benih Pertanian Kabupaten Batang, Chasum Umi Kalsum.Umi, panggilan akrabnya, menyebutkan terdapat 44 ribu batang benih yang siap diedarkan dengan luasan kawasan 40 hektare. Meskipun tanaman ini tergolong manja dalam hal budidaya, hasilnya mampu memanjakan para petani karena produktivitasnya tinggi.“Kami sarankan juga para petani untuk menggunakan pupuk organik yang diproduksi sendiri semisal pupuk kandang. Kami pun bekerja sama dengan Balitjestro Batu - Malang akan membantu memfasilitasi para petani yang berminat menanam jeruk,” papar Umi.

Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman menjelaskan, untuk luasan tanaman jeruk Indonesia saat ini mencapai 57 ribu hektare dengan produksi 2,5 juta ton. Jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan lagi.

“Dari luasan yang ada masih kurang sekitar 4 ribu hektare lagi guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan demikian perlu terus dilakukan perluasan tanaman. Salah satu daerah yang berpotensi adalah Kabupaten Batang ini. Lokasi ini dinilai cocok untuk pengembangan jeruk,” ujar Sukarman. 

Dirinya menyebutkan, jenis tanaman yang cocok dikembangkan di Batang antara lain varietas Siam Pontianak, Keprok RGL dan Keprok Trigas.

“Panen perdana jeruk di sini diharapkan bisa menjadi contoh agar para petani bisa ikut mengembangkan jeruk. Petani tidak perlu khawatir karena semua kebutuhan mulai dari benih, pendampingan hingga pemasaran akan dibantu oleh pemerintah,” ujar Wakil Bupati Batang, Suyono.

Sumber :

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/qficn9380


Surga Tersembunyi di Batang

Kabupaten Batang menyimpan keindahan yang dapat memabukkan mata.Batang merupakan surganya wisata yang menarik,mulai dari wisata outdoor maupun indoor hingga wisata budaya yang menarik untuk dieksplor lebih luas.Nah,berikut ini adalah wisata yang popular di Kabupaten Batang:

Wisata Daerah Pegunungan

  


Batang memiliki beberapa pesona pegunungan yang mempunyai panorama yg indah seperti
  Gunung  prau,Gunung Alang,dan Gunung kembang.Ketiga gunung tersebut cocok bagi kalian yang suka hiking apalagipemandangan disana sangatlah indah,jadi perjuangan kalian untuk mendaki ke puncak tidakla sia-sia terbayar tuntas dengan apa yang ditawarkan di atas puncak sana.


WWisata Daerah Perbukitan

  

    Wisata perbukitan di Batang amatlah beragam dan tidak hanya menawarkan panoramanya saja, tetapi juga menyediakan berbagai wahana yang dapat dimainkan oleh semua kalangan baik itu anak-anak hingga orang dewasa. Seperti wisata Kebun Teh Pagillaran yang didalamnya juga terdapat kebun Bungan krisan yang berwarna-warni ,Bukit Srigunung,Kembang langit, dll.Cocok nih buat kalian yang suka berswafoto ria  apalagi pemburu foto instagramable.


WWisata Daerah Pantai

  


Batang juga mempunyai beberapa Pantai yang tak kalah indahnya,nah bagi kalian yang gak suka pergi ke gunung gitu bisa mencoba menikmati keindahan pantai yang ada di Batang.Pantai-pantai tersebut yaitu,Pantai Ujung Negoro,Pantai Sigandu,dan Pantai Cemoro sewu.Cocok nih bagi kalian pemburu sunrise atau sunset di Pantai.


 WWisata Air Terjun (Curug)

   


    Batang memiliki curug yang tersebar di daerahnya.Jika kalian ingin menjelajahi keindahan curug harus punya fisik yang prima,karena mayoritas curug letaknya tersembunyi dan sulit dijangkau.Setiap curug di Batang memiliki keunikannya masing-masing.Nah, langsung saja lihat gambar berikut ini :


Dan bagi kalian yang tidak suka dengan wisata outdoor maka wisata indoor pun boleh jadi pilihannya.Jangan khawatir tentang hal tersebut karena di Batang punya banyak tempat nongkrong yang sesuai dengan para milenial sekarang.Yang pasti kalian pasti bisa have fun bareng temen-temen.

  


Foto yang sebelah kiri itu Forest Kopi,tempatnya asik banget instagrammable lagi dan yang kedua itu Kayana kopi, disana tempatnya nyaman dan kopinya enak. Itu hanya beberapa saja ya teman café di Batang tuh masih banyak lagi maaf ya hehehe J

 

            Ada lho di Batang yang pariwisatanya sudah Go Internasional.Ada yang tau??pariwisata yang dimaksud tuh Dataran Tinggi Dieng yang ada di Wonosobo.Dieng sebagai Negeri Di Atas Awan mampu menarik banyak wisatawan.Bahkan saking terkenalnya banyak turis mancanegara yang dating ke Dieng salah satunya untuk ikut “Dieng Culture Festival” yang diadakan tiap tahunnya.Acara itu dimulai dengan

ü 1. Ruwatan anak rambut gimbal

ü 2. Jazz atas awan

3. 3. Festival lampion 




Nah gimana nih temen-temen ada yang mau liburan ke Batang? Gimana Batang indah kan?yuk sini main bareng,kita keliling BatangJ ehh lupa ini kan masih pandemi ya..yah gabisa main dong….yaudah buat temen-temen yang mau liburan,yang mau pergi kemana gitu tetep taati protokol kesehatan yaa!! STAY SAFE STAY HEALTHYJ

 Sumber:

0 komentar:

Posting Komentar