Selasa, 06 Oktober 2020

INTIP TENTANG PROGRAM STUDI HUMAS YUK!

Pengertian HUMAS

Program Studi Hubungan Masyarakat atau yang biasa dikenal dengan Public Relation  adalah program studi yang berperan sebagai pusat pengembangan ilmu dan profesi Humas yang handal dan profesional, untuk mendukung ketersediaan tenaga Humas untuk memenuhi kebutuhan instansi, perusahaan, dan lembaga yang terkait.

Public Relations (PR) adalah sebuah profesi yang sudah ada berpuluh-puluh tahun lalu. Ilmu ke-PR-an sudah tertata begitu bagus dan teratur, serta diajarkan di berbagai Perguruan Tinggi, baik di Jurusan Komunikasi, maupun di sekolah-sekolah khusus ke-PR-an. Namun, ilmu-ilmu yang sudah ada pun harus tetap diperbarui lantaran munculnya internet yang mendatangkan fenomena social media seperti Facebook, Twitter, Pinteres, Instagram dan lain sebagainya. PR masa kini dituntut untuk fasih berhubungan langsung dengan konsumen maupun dengan media selaku influencer. Dan kita semua paham, karakter konsumen di dunia maya sudah pasti tidak sama dengan karakter jurnalis, media atau industri media, atau karakter media influencer lain.

Hubungan Masyarat adalah pengelolaan komunikasi dan hubungan antara suatu pihak, biasanya perusahaan, dengan pihak eksternal seperti masyarakat, pemerintah, maupun investor, dan pihak internal seperti karyawan. Untuk itu, mahasiswa di Jurusan Humas belajar tentang bagaimana menciptakan dan memelihara citra yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.Humas merupakan upaya yang terencana untuk mempengaruhi opini melalui kinerja tanggung jawab sosial dan dapat diterima, berdasarkan komunikasi dua arah yang saling memuaskan.Publik dianggap sebagai penghubung antara perusahaan dan media.

Bagaimanapun juga, salah satu tugas seorang Public Relation atau Hubungan masyarakat adalah menjaga citra perusahaan tempatnya bekerja di tengah masyarakat. Kepercayaan dan simpati pihak eksternal menjadi perhatian penting dari tugas kehumasan.

Fungsi HUMAS :

Menurut Edward L. Bernays seorang HUMAS memiliki fungsi sebagai berikut :

111. Memberikan penerangan kepada publik.

2. 2. Memberikan persuasi kepada publik untuk mengubah sikap dan perilaku.

3. 3. Menyatukan sikap dan perilaku suatu lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat ataupun sebaliknya.

Materi Yang Dipelajari :
Dasar-Dasar Public Relations, Riset Kehumasan, Kapita Selekta Kehumasan, Kampanye Public Relations, Manajemen Public Relations, Public Speaking, Fotografi, Produksi Media Audio-Video, dll

Prospek Kerja :
1.    Pelaksana Humas (Public Relations Officer),

2.    Pelaksana kampanye pemasaran sosial, Staf Konsultan Humas (Public Relations Consultant Staff),

3.    Pelaksana Layanan Konsumen (Costumer Service Officer/ Costumer Relations Officer),  dll

Tokoh Public Relations : 


Ivy Ledbetter Lee. 
Ivy Ledbetter Lee merupakan "The Father of Public Relations". Lee lulusan dari Princeton, yang bekerja sebagai seorang wartawan yang meliput dunia bisnis. Lee berhenti dari pekerjaannya untuk bekerja pada kampanye Seth Low menjadi walikota New York. Lee pernah membuat firma public relations bersama George Parker dengan nama Parker & Lee tapi tidak berlangsung lama. Lee sukses dalam menangani kasus diantaranya kecelakaan kereta Atlantic city, krisis perusahaan batu bara sehingga meningkatkan simpati masyarakat karena upaya yang Lee lakukan dalam menangani setiap kasus. Lee juga telah menerbitkan tiga judul buku, yaitu Human Nature and Railroads, The Vacant Chair at the Council Table of the World dan Present day Russia.


Rex F. Harlow.
Rex F. Harlow merupakan orang yang mengetahui diperlukannya jasa publisitas di bagian lain AS. Rex F. Harlow memulai karirnya pada 1912 di Oklahoma City ketika dipekerjakan oleh kakak laki-lakinya untuk mempromosikan Harlow's Weekly. Pada 1980 Harlow membantu membentuk praktek kehumasan yang ada pada saat ini. Saat mengajar di Universitas Stanford pada 1939, mata kuliah yang diajar yaitu kehumasan dan mendirikan the American Council on Public Relations (ACPR).Pada 1945 dia membuat majalah bulanan "Public Relations Journal", diterbitkan hingga 1995 oleh the Public Relations Society of America (PRSA). Organisasi ini dibentuk pada 1948 saat ACPR milik Harlow merger dengan the National Association of Public Relations Council.

Edward L. Bernays
Edward L. Bernays merupakan salah satu pesaing Ivy Lee dalam mendapatkan pengaruh bisnis pada tahun 1920. Sebelum Perang Dunia I, Bernays pernah bekerja sebagai agen pers untuk Creel Committee. Bernays berjasa dalam menemukan istilah "public relations counsel". "Crystalizing Public Opinion", merupakan buku pertama yang diterbitkan  tentang PR pada 1923. Bernays mengetahui lebih banyak bidang baru saat mengajar kuliah PR pertama di New York University. Bernays melanjutkan perannya sebagai pengarang, dosen, advokat, dan kritikus hingga 1990-an. Dalam edisi khusus Majalah Life 1990, Bernays dicantumkan sebagai "The 100 Most Important Americans of the 20th Century."




sumber :





0 komentar:

Posting Komentar